yangdimaksud dengan al isyraqi (penyinaran) adalah penyinaran jiwa yang memancarkan cahaya dalam hati, sebagai hasil dari pembinaan jiwa dan penggemblengan ruh disertai dengan penyiksaan badan untuk membersihkan dan menyucikan ruh, yang ajaran ini sebenarnya ada pada semua sekte-sekte tasawuf, akan tetapi ajaran sekte ini cuma sebatas pada
Kemudianmulai membaca: ta'awudz 7x, Bismillah 7x,Hauqollah 7x, dan Al-Fatihah 1x dalam keadaan tahan nafas yang di niatkan pada satu-persatu titik lathoif, 3.Setelah itu niatkan untuk mengarahkan energi dengan memvisualisasi cahaya putih untuk disalurkan dari tulang ekor naik sampai di atas kepala hingga ubun-ubun.
Banyakayat yang menunjukkan Isa adalah Tuhan dalam Al-Quran. Mari kita lihat beberapa di antaranya. 1. Isa berasal dari Allah. Proses kelahiran Isa sangat unik. Ia satu-satunya pribadi yang mendapat banyak penekanan khusus mengenai kelahiran-Nya. Isa berasal dari Ruh Allah. ".
ii| Kitab Fiqih Jawabul Masail II | Menjawab Masalah Lokal, Nasional dan Internasional Judul: Kitab Fiqih JAWABUL MASAIL Bermadzhab Empat Menjawab Masalah Lokal, Nasional dan Int
Bismillahdan hakikatnya. HAKIKAT BISMILLAH HURUF PER HURUf. Dalam suatu hadits Nabi saw. Beliau bersabda, Setiap kandungan dalam seluruh kitab-kitab Allah diturunkan, semuanya ada di dalam Al Quran. Dan seluruh kandungan Al Quran ada di datam Al Fatihah. Dan semua yang ada dalam Al Fatihah ada di dalam Bismillah hirrahmaan nirrahiim.
doYR. HAKIKAT MEMBACA AL-FATIHAH YANG BENAR Gambar Surat Al-Fatihah Dalam membaca Fatihah dengan kiraat lagu adalah wajib bagi laki-laki, sedangkan bagi wanita tidak wajib, melainkan hanya bacaan idharnya saja yang wajib. Dalam membaca Surat Al-Fatihah harus tahu bahwa ada 7 tujuh hal yang merupakan wajib. Jika tidak diketahui semuanya akibatnya mengundang Iblis. Tempatnya ada di talak kalimat. Yakni ada pada 7 ﻢ = Mimpitu BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM ALHAMDU ﻢ LILLAAHI ﻢ RABBIL AALAMIIN Artinya Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian Alam. Keterangan Huruf ﻢ diatas artinya mesti berhenti’ Mula-mula kalimat Al-Hamdu harus berhenti cara membacanya. Jika diteruskan bacaannya menjadi Al-hamdulil mengundang Syetan Dulil. Pada kalimat Lillahi kemudian berhenti, jika diteruskan membacanya menjadi Lillahirab yang menunggu adalah Syetan Irab. Yang menjadi Rabbil aalamin. AR RAHMAANIR RAHIIM Artinya Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang MAALIKI ﻢ YAUMID DIIN Artinya Raja atau yang menguasai dihari pembalasan. Bagi mukmin pria dan wanita wajiblah memuji Tuhan Keterangan Huruf ﻢ diatas artinya mesti berhenti’ Pada kalimat Maaliki kemudian berhenti, jika diteruskan menjadi Malikiyau , yang menunggu adalah Syetan Kiyau yang masuk Middiin. IYYAAKA ﻢ NA’BUDU WA IYYAAKA ﻢ NASTA’IIN Artinya hamba menyembah Allah, hamba takut kepada Allah. Kepada Allah-lah kami minta pertolongan, semoga Allah memberikan kekuatan agama hamba dari agama yang lain Keterangan Huruf ﻢ diatas artinya mesti berhenti’ Pada kalimat Iyyaaka harus berhenti, jika diteruskan akan menjadi Iyyaakanak , yang menunggu adalah Syetan Kanak pada Na’budu wa. Pada kalimat Iyyaaka yang kedua harus berhenti membacanya, jika diteruskan akan menjadi Iyyaakanas yang menunggu adalah Syetan Kanas yang menunggui Nasta’iin. IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM Artinya Ihdinash shiraathal Semoga Allah menunjukan jalan akan iman dan ilmu. Mustakim yaitu iman serta ilmu yang benar SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ﻢ ’ALAIHIM GHAIRIL MAGHDLUUBI’ ﻢ ALAIHIM WA LADL DLAALLIIN. Artinya Shiraathal ladziina an’amta alaihim , Semoga Allah menunjukan iman para Nabi, kasihanilah enggkau kepada kami selaku hambaMu, tunjukanlah kami jalannya para Nabi. Ghairil maghdluubi , Semoga dijauhkan dari pikiran yang lain, seperti orang kafir yahudi yang mendapat murka, yang memusuhi Nabi Musa. Kafir yahudi tidak percaya Kitab Taurat. Orang yang tidak percaya kepada kitab berrarti kafir. Ada 104 kitab. Alaihim waladldlaalliin , yang diberi kemuliaan, berbeda dengan semua yang tersesat, menyambut Nabi Isa. Tidak percaya kepada kitab Injil, Nasrani itu kafir, kafir terhadap semua kitab. Siapa yang tidak percaya kepada salah satu Nabi berarti tidak percaya kepada semua Nabi. Kewajiban semua mukmin adalah menyembah Allah. Semoga Allah Yang Maha Agung mengampuni segala dosa. Keterangan Huruf ﻢ diatas artinya mesti berhenti’ Pada kalimat Shiraathal ladziina an’amta harus berhenti, jika pembacaannya diteruskan akan menjadi Shiraathal ladziina an’amta-nga , yang menunggu adalah Syetan Tanga yang masuk Alaihim. Pada kalimat Ghairil maghdluubi pembacaannya harus berhenti, jika diteruskan akan menjadi Ghairil maghdluubi-nga, yang menunggu adalah Syetan Binga yang ada pada Alaihim Waladldlaalliin. Sudah lengkap 7 tujuh ayat dengan Bismillahnya. Ketahuilah panjang pendeknya tasjid ada 14 aksara. Yang dibaca panjang ada 17, Lam dengan Alip ada 3, banyaknya Jabar dalam Fatihah ada 46, Ejer/Jeer ada 29, Epes/pees ada 6 saja. Itulah yang wajib sempurna dalam bacaan Fatihah. Ingatlah jika mulia salatmu maka akan mulia pula di hari kemudian. Kewajiban semua mukmin, membaca Al-Fatihah kepada Allah sehari semalam paling tidak 17 kali. Rukuk dan tumaninahnya juga 17 kali, iktidal 17 kali. Sujud sehari semalam 34 kali. Di sela-sela sujud ada duduk 17 kali sehari semalam. Tahiat sehari semalam 9 kali, salam sehari semalam 5 kali. Adapun Fardhu shalat sehari semalam 244 kali. Subuh 32, Dhuhur 56, Asar 56, Maghrib 44, Isya 56 kali. Lain dari itu mukmin menghaturkan pujian kepada Allah, siang malam, tahiyat akhir 5 kali, duduk membaca 2 kalimah syahadat dan salam 5 kali, salawat pada nabi 5 kali. Mohon selamat dunia akhirat ISYARAT HURUF PADA AL-FATIHAH Sebuah hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Ubay bin Ka’ab “Tidak pernah Allah menurunkan didalam Taurat dan Injil seperti Umul Qur’an Al-Fatihah”. Banyak sekali hadist-hadist Rasululloh SAW yang menunjukan keistimewaan Al-Fatihah. Penempatannya sebagai bacaan wajib dalam sholat dan dibaca sekurang-kurangnya 17 kali dalam sehari semalam 17 raka’at jumlahnya dalam lima waktu shalat membuktikan betapa besarnya keistimewaan surat tersebut. Tujuh ayat Surah Al-Fatihah dihitung dari Bismillahirrahmanirrahim sampai dengan Waladl-dlollin dengan jumlah huruf Ayat 1 jumlah ada 19 huruf Ayat 2 jumlah ada 18 huruf Ayat 3 jumlah ada 13 huruf Ayat 4 jumlah ada 12 huruf Ayat 5 jumlah ada 19 huruf Ayat 6 jumlah ada 19 huruf Ayat 7 jumlah ada 44 huruf Jumlah seluruhnya ada 144 huruf 1+4 = 5, 5+4 = 9 Jadi jumlah huruf yang sebenarnya pada Al-Fatihah adalah 9 sembilan Adapun keunikan Surat Al-Fatihah terdapat pada akhir ayat 4 empat huruf NUN ayat no. 2,4,5,7 dan 3 tiga huruf MIM ayat no. 1,3,6. Huruf-huruf MIM dan NUN juga terdapat pada Surah Ya-Sin, yang dalam salah satu hadist, surah ini dinamakan “Qalbulul Qur’an” Jantungnya Al-Qur’an. Huruf NUN mengisyaratkan Asmaullah Nama Allah ﻧﻮﺮ , sedangkan huruf MIM mengisyaratkan Asma Muhamad ﻤﺤﻤﺪ . 4 empat NUN isyarat Asma Allah yang Qodim, identik dengan 4 empat kata dalam Kalimah Syahadah isyarat Hak Allah Ta’ala Yang Qodim. 3 tiga MIM isyarat Asma Rasul Muhammad yang Muhaddas baharu identik dengan 3 kata dalam Kalimah Syahadah isyarat Hak Rasul / Muhaddas. Huruf Al-Fatihah adalah Wujud dari Sholat 5 Waktu Diambil dari Kata “Al-hamdu” ﺍَﻠـﺤﻤﺪُ Tahiyat Sujud I’Tidal Ruku Kiyam Cinta kepada Allah adalah perwujudan Rasa Syukur kepada Allah SWT yang diwujudkan melalui Shalat sehingga melahirkan Kalam Qadim. Puja dan Puji Madhun wa Sanaun. Puji Qodim bagi Qodim Puji Qodim bagi Muhaddas Puji Muhaddas bagi Qodim Puji Muhaddas bagi Muhaddas. 7 TUJUH HURUF YANG MAHJUB terdinding pada Al-Fatihah 1. Huruf Stsa ﺙ Huruf pertama STSANA’UN ﺜﻧﺎﺀ Artinya “Pujian”. ﻻﺍﺤﺼﻰ ﺜﻧﺎﺀﻋﻠﻴﻚ ﮐﻤﺎﺍﺜﻧﻴﺖﻋﻞ ﻧﻔﺴﻚ “Tidak terhingga pujika kepadaMu Ya Allah, sebagaimana tidak terhingga pujiMu terhadap diriMu sendiri”. ﺍﻠﺬ ﻴﻥَﻫُﻡ ﻋـَﻠﻰ َﺼَﻼ ﺗـﻬﻡ ﺪﺍﻋﻤﻮﻥَ “Dan mereka memuji-muji TuhanNya secara terus menerus”. Al-Maarij ayat 23 Baik diwaktu siang, malam. Baik diwaktu berdiri, duduk maupun berbaring, kita tetap dalam keadaan SHOLAT kepada Allah. Ada hubungannya dengan “memuji/dzikir kepada Allah secara terus menerus” sehari semalam, yang disebut Sholat Da’imulhaq. 2. Huruf Jim ﺝ Jaliyyun wa Jalalun, Nyata/ tampak dan mulia. ﻓﻠﻤﺎ ﺗﺠﻠﻰ ﺮﺒﻪ ﻠﻠﺠﺒﻞ ﺠﻌﻠﻪ ﺪ ﻜﺎ “Manakala Allah TAJALLI pada bukit, maka bukit itupun hancur berkeping-keping”. 3. Huruf Kha ﺥ huruf pertama KHOFIYYUN/KHIFATUN. ﻮﺍﺬ ﻜﺮﺮﺒﻚ ﻓﻰ ﻧﻔﺴﻚ ﺗﻀﺮﻋﺎﻮﺧﻴﻔﺔ ﻮﺪﻮﻦﺍﻠﺠﻬﺮﻤﻦﺍﻠﻘﻮﻞ “Ingatlah kepada Tuhanmu pada dirimu, dengan tadlaru kerendahan hati, Khifatan / sunyi, dan tanpa dinyaringkan”. 4. Huruf Zai ﺯ huruf pertama dari kata ZIYADATUN artinya “Tambahan / Nilai Tambah”. ﺍﻠﺬ ﻴﻦﺍﺤﺴﻧﻮﺍﺍﻠﺤﺴﻧﻰ ﻮﺯﻴﺎﺪ ﺓ “Untuk orang yang berbuat baik dengan perbuatan yang terbaik, mendapatkan Ziyadah tambahan nilai melihat Tuhan”. Sebagian besar ulama tafsir menjelaskan perkataan perkataan Ziyadatun / tambahan, ialah karunia untuk mereka ahli sorga yang tadinya melakukan/amal yang terbaik. Dalam kata lain Ziyadah adalah suatu nilai tambah. Melihat Tuhan adalah suatu nikmat yang tertinggi dibanding dengan segala nikmat-nikmat yang lain. 5. Huruf Syin ﺶ huruf pertama dari SYIFA’UN artinya Penyembuhan / Pengobatan. ﻮﻧﻧﺯﻞ ﻤﻦﺍﻠﻘﺮﺍﻦ ﻤﺎﻫﻮﺷﻔﺎﺀ ﻮ ﺮﺤﻤﺔ “Kami turunkan sebagian Al-Qur’an itu adalah obat / penyembuh dan rahmat”. Huruf Syin ﺶ huruf ke dua adalah SYAFI’UN dan SYAFA’AT artinya “Pertongan / Pemberi Bantuan “ ﻠﻴﺱَ ﻠﻬﺎ ﻤﻥ ﺪ ُو ﻥ ﺍﷲ ِﻮَﻠﻰ ﻮﻻ َﺷﻔﻴﻊًُ “Tidak ada Wali dan Tidak pula ada Penolong mereka selain Allah”. Al-Anam ayat 51. ﷲِ ﺍﻠﺷـﻔَﺎﻋــَﺔُ ﺠﻤﻴﻌًـﺎ “Seluruh Syafaat itu Allah yang menentukan” Az-Zumar ayat 44. 6. Huruf Dzho ﻆ huruf permulaan dari kata Dzhilun ﻆﻞ artinya “Naungan”. ﻻﻆﻞﺍﻵﻆﻠﻪ “Tidak ada naungan yang paling indah kecuali naungan Allah SWT”. Al-Hadist. 7. Huruf Fa ﻑ huruf permulaan dari kata Fana’un ﻓﻧﺎﺀ artinya “Lenyap/sirna”. ﮐﻞ ﻤﻦﻋﻠﻴﻬﺎﻓﺎﻦ ﻮ ﻳﺒﻘﻰ ﻮﺟﻪ ﺮﺒﻚ ﺰﻮﺍﺍﻠﺟﻼ ﻞ ﻮﺍﻻﺀ ﻜﺮﺍﻢ “Semuanya adalah Fana dan yang kekal abadi hanyalah Zat Tuhanmu Ya Muhammad Yang Maha Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan”. Rahman 26-27 Diantara Ulama ada yang berpendapat bahwa Allah SWT telah menurunkan wahyuNya kepada para Nabi dan Rasul, berjumlah 100 buah shuhuf dan 4 buah kitab. shuhuf untuk Nabi Adam 60 shuhuf untuk Nabi Syit 10 shuhuf untuk Nabi Ibrahim 1 Kitab Taurat untuk Nabi Musa 1 Kitab Zabur untuk Nabi Daud 1 Kitab Injil untuk Nabi Isa 1 Kitab Al-Qur’an untuk Nabi Muhammad SAW. Seratus buah shuhuf itu sepenuhnya terhimpun dalam 4 Kitab. Sedangkan 3 Kitab itu terhimpun dalam Al-Qur’anul Karim. Al-Qur’an 30 Zuz itu terhimpun dalam Surat Al-Fatihah. Selanjutnya 7 Ayat Al-Fatihah itu terhimpun seluruhnya dalam BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.
Mari memaknai Surat Al Fatihah Dalam suatu hadits Nabi saw. Beliau bersabda, "Setiap kandungan dalam seluruh kitab-kitab Allah diturunkan, semuanya ada di dalam Al-Qur'an. Dan seluruh kandungan Al-Qur'an ada di dalam Al-Fatihah. Al Fatihah Dan semua yang ada dalam Al-Fatihah ada di dalam Bismillnahirrahmaanirrahiim". Bahkan disebutkan dalam hadits lain,"setiap kandungan yang ada dalam Bismillahirrahmaanirrahiim ada di dalam huruf Baa', dan setiap yang terkandung di dalam Baa’ ada di dalam titik yang berada dibawah Baa'".Hakekat Al Fatihah Perspektif MARIFAT Dalam Kajian Perspektif orang yang ma'rifat kepada Allah, Bismillaahirrahmaanirrahim itu kedudukannya sama dengan "kun" dari Allah”. Perlu diketahui bahwa pembahasan mengenai Bismillahirrahmaanirrahiim banyak ditinjau dari berbagai segi;Baik dari segi gramatikal Nahwu dan sharaf ataupun segi bahasa etimologis, disamping tinjuan dari materi huruf, bentuk, karakteristik, kedudukan, susunannya serta keistemewaanya atas huruf-huruf lainnya yang ada dalam Surat Pembuka Al-Qur'an, kristalisasi dan spesifikasi huruf-huruf yang ada dalam huruf Baa', manfaat dan rahasianya. Esensi atau hakikat makna terdalam yang relevan dengan segala hal di sisi Allah Azza WaJalla. Pembahasannya akan saling berkelin dan satu sama lainnya, karena seluruh tujuannya adalah Ma’rifat kepada Allah Azza WaJalla. Kami memang berada di gerbangNya, dan setiap ada limpahan baru di dalam jiwa maka ar-Ruhul Amin turun di dalam kalbunya kertas. Ketahuilah bahwa Titik yang berada dibawah huruf Baa' adalah awal mula setiap surat dan Kitab Allah Azza WaJalla. Sebab huruf itu sendiri tersusun dari titik, dan sudah semestinya setiap Surat ada huruf yang menjadi awalnya, sedangkan setiap huruf itu ada titik yang menjadi awalnya huruf. Karena itu menjadi keniscayaan bahwa titik itu sendiri adalah awal dan pada setiap surat dan Kitab Allah Azza WaJalla. Kerangka hubungan antara huruf Baa' dengan Tititknya secara komprehensfih akan dijelaskan berikut nanti. Bahwa Baa' dalam setiap surat itu sendiri sebagai keharusan adanya dalam Bassmalah bagi setiap surat, bahkan di dalam surat Al-Baqarah Huruf Baa' itu sendiri mengawali ayat dalam surat tersebut. Karena itu dalam konteks inilah setiap surat dalam Al-Qur'an mesti diawali dengan Baa' sebagaimana dalam hadits di atas, bahwa seluruh kandungan Al-Qur'an itu ada dalam surah Al-Fatihah, tersimpul lagi di dalam Basmalah, dan tersimpul lagi dalam Huruf Baa', akhirnya pada titik. . Hal yang sama , Allah Azza WaJalla dengan seluruh yang ada secara paripurna sama sekali tidak terbagi-bagi dan terpisah-pisah. Titik sendiri merupakan syarat-syarat dzat Allah Ta'ala yang tersembunyi dibalik khasanahnya ketika dalam penampakkan-Nya terhadap mahlukNya. Titik itu tidak tampak dan tidak Layak lagi bagi anda untuk dibaca selamanya mengingat kediaman dan kesuciannya dari segala batasan, dari satu makhraj ke makhraj ia adalah jiwa dari seluruh huruf yang keluar dari seluruh tempat keluarnya huruf. Maka, renungkanlah ya batin dari Ghaibnya sifat Ahadiyah. Misalnya anda membaca titik menurut persekutuan, seperti huruf Taa' dengan dua tik, lalu Anda menambah satu titik lagi menjadi huruf Tsaa’, maka yang Anda baca tidak lain kecuali Titik itu sendiri. Sebab Taa' bertitik dua, dan Tsaa' bertitik tiga tidak terbaca,karena bentuknya satu, yang tidak terbaca kecuali titiknya belaka. Seandainya Anda membaca di dalam diri titik itu niscaya bentuk masing-masing berbeda dengan lainnya. Karena itu dengan titik itulah masing-masing dibedakan, sehingga setiap huruf sebenarnya tidak terbaca kecuali titiknya saja. Hal yang sama dalam perspektif makhluk, bahwa makhluk itu tidak dikenal kecuali Allah. . Bahwa Anda mengenal-Nya dari makhluk sesungguhnya Anda mengenal-Nya dari Allah Azza WaJalla. Hanya saja Titik pada sebagian huruf lebih jelas satu sama lainnya, sehingga sebagian menambah yang lainnya untuk menyempurnakannya, seperti dalam huruf-huruf yang bertitik, kelengkapannya pada titik tersebut. Ada sebagian yang tampak pada kenyataannya seperti huruf Alif dan huruf-huruf tanpa Titik. Karena huruf tersebut juga tersusun dari titik-titik. Oleh sebab itulah, Alif lebih mulia dibanding Baa',karena Titiknya justru menampakkan diri dalam wujudnya, sementara dalam Baa' itu sendiri tidak tampak Titik berdiri sendiri. Titik di dalam huruf Baa' tidak akan tampak, kecuali dalam rangka kelengkapannya menurut perspektif penyatuan. Karena Titik suatu huruf Merupakan kesempurnaan huruf itu sendiri dan dengan sendirinya menyatu dengan huruf tersebut. Sementara penyatuan itu sendiri mengindikasikan adanya faktor lain, yaitu faktor yang memisahkan antara huruf dengan titiknya. . Huruf Alif itu sendiri posisinya menempati posisi tunggal dengan sendirinya dalam setiap huruf. Misalnya Anda bisa mengatakan bahwa Baa' itu adalah Alif yang di datarkan Sedang Jiim, misalnya, adalah Alif dibengkokkan' dua ujungnya. Daal adalah Alif yang yang ditekuk tengahnya. . Sedangkan Alif dalam kedudukan titik, sebagai penyusun struktur setiap huruf ibarat Masing-masing huruf tersusun dari Titik. Sementara Titik bagi setiap huruf ibarat Neucleus yang terhamparan. Huruf itu sendiri seperti tubuh yang terstruktur. Kedudukan Alif dengan kerangkanya seperti kedudukan Titik. Lalu huruf-huruf itu tersusun dari Alif sebagimana kita sebutkan, bahwa Baa’ adalah Alif yang terdatarkan. . Demikian pula Hakikat Muhammadiyyah merupakan inti dimana seluruh jagad raya ini diciptakan dari Hakikat Muhammadiyah itu. Sebagaimana hadits riwayat Jabir, yang intinya Allah swt. menciptakan Ruh Nabi saw dari Dzat-Nya, dan menciptakan seluruh alam dari Ruh Muhammad saw. Sedangkan Muhammad saw. adalah Sifat Dzahirnya Allah dalam makhluk melalui Nama-Nya dengan wahana penampakan Ilahiyah. . Anda masih ingat ketika Nabi saw. diisra'kan dengan jasadnya ke Arasy yang merupakan Singgasana Ar-Rahman. Sedangkan huruf Alif, walaupun huruf-huruf lain yang tanpa titik sepadan dengannya, dan Alif merupakan manifestasi Titik yang tampak di dalamnya dengan substansinya Alif memiliki nilai tambah dibanding yang lain. Sebab yang tertera setelah Titik tidak lain kecuali berada satu derajat. Karena dua Titik manakala disusun dua bentuk alif, maka Alif menjadi sesuatu yang memanjang. Karena dimensi itu terdiri dari tiga Panjang, Lebar dan Kedalaman. . Sedangkan huruf-huruf lainnya menyatu di dalam Alif,seperti huruf Jiim. Pada kepala huruf Jiim ada yang memanjang, lalu pada pangkal juga memanjang, tengahnya juga memanjang. Pada huruf Kaaf misalnya, ujungnya memanjang, tengahnya juga memanjang namun pada pangkalnya yang pertama lebar. Masing-masing ada tiga dimensi. Setiap huruf selain Alif memiliki dua atau tiga jangkauan yang membentang. Sementara Alif sendiri lebih mendekati titik. Sedangkan titik , tidak punya bentangan. Hubungan Alif diantara huruf-huruf yang Tidak bertitik, ibarat hubungan antara Nabi Muhammad saw, dengan para Nabi dan para pewarisnya yang paripurna. Karenanya Alif mendahului semua huruf. . Diantara huruf-huruf itu ada yang punya Titik di atasnya, ada pula yang punya Titik dibawahnya,Yang pertama titik di atas menempatip osisi "Aku tidak melihat sesuatu sebelumnya kecuali melihat Allah di sana". . Diantara huruf itu ada yang mempunyai Titik di tengah, seperti Titik putih dalam lobang Huruf Mim dan Wawu serta sejenisnya, maka posisinya pada tahap, "Aku tidak melihat sesuatu kecuali Allah didalamnya. " Karenanya titik itu berlobang, sebab dalam lobang itu tampak sesuatu selain titik itu sendiri Lingkaran kepada kepala Miim menempati tahap, "Aku tidak melihat sesuatu" sementara Titik putih menemptai "Kecuali aku melihat Allah di dalamnya." Alif menempati posisi "Sesungguhnya orang-orang yang berbaiat kepadamu sesungguhnya mereka itu berbaiat kepada Alllah." Kalimat "sesungguhnya" menempati posisi arti "Tidak", dengan uraian "Sesungguhnya orang-orang berbaiat" kepadamu tidaklah berbaiat kepadamu tidaklah berbaiat kepadamu, kecuali berbaiat kepada Allah." . Dimaklumi bahwa Nabi Muhammad saw. dibaiat, lalu dia bersyahadat kepada bersyahadat kepada Allah pada dirinya sendiri, sesungguhnya tidaklah dia itu berbaiat kecuali berbaiat kepada Allah. Artinya, Anda sebenarnya tidak berbaiat kepada Muhammad saw. tetapi hakikat-nya berbaiat kepada Allah swt. Itulah arti sebenarnya dari Khilafah tersebut. . Menurut Ibnu Araby dalam Kitab Tafsir Tasawufnya, "Tafsirul Qur'anil Karim" menegaskan, bahwa dengan menyebut Asma Allah, berarti Asma-asma Allah Azza WaJalla diproyeksikan yang menunjukkan keistimewaan-nya, yang berada di atas Sifat-sifat dan Dzat Allah Ta'ala. Sedangkan wujud Asma itu sendiri menunjukkan arah-Nya, sementara kenyataan Asma itu menunjukkan Ketunggalan-Nya. . Allah itu sendiri merupakan Nama bagi Dzat Ismu Dzat Ketuhanan. dari segi Kemutlakan Nama itu sendiri. Bukan dari konotasi atau pengertian penyifatan bagi Sifat-sifat-Nya, begitu pula bukan bagi pengertian "Tidak membuat penyifatan". . "Ar- Rahman" adalah predikat yang melimpah terhadap wujud dan keparipurnaan secara universal. menurut relevansi hikmah. dan relevan dengan penerimaan di permulaan pertama. . "Ar-Rahiim" adalah yang melimpah bagi keparipurnaan maknawi yang ditentukan bagi manusia jika dilihat dari segi pangkal akhirnya. Karena itu sering. disebutkan, "Wahai Yang Muha Rahman bagi Dunia dan akhirat, dan Maha Rahim bagi akhirat". . Artinya, adalah proyeksi kemanusiaan yang sempuma, dan rahmat menyeluruh, baik secara umum maupun khusus, yang merupakan manifestasi dari Dzat Ilahi. Dalam konteks, inilah Nabi Muhammad saw. Bersabda, "Aku diberi anugerah globalitas Kalam, dan aku diutus untuk menyempurnakan akhlak menuju paripurna akhlak". . Karena. kalimat-kalimat merupakan hakikat-hakilkat wujud dan kenyataannya. Sebagaimana Isa as, disebut sebagai Kalimah dari Allah Azza WaJalla. Seangkan keparipurnaan akhlak adalah predikat dan keistimewaannya. Predikat itulah yang menjadi sumber perbuatan-perbuatan yang terkristal dalam jagad kemanusiaan. Memahaminya sangat halus. Di sanalah para Nabi - alaihimus salam - meletakkan huruf-huruf hijaiyah dengan menggunakan tirai struktur wujud. Kenyataan ini bisa djtemukan dalam periode! Isa as, periode Amirul Mukminin Sayyidina Ali Karromallahu Wajhah, dan sebagian masa sahabat, yang secara keseluruhan menunjukkan kenyataan tersebut. . Disebutkan, bahwa Wujud ini muncul dari huruf Baa’ dari Basmalah. Karena Baa’ tersebut mengiringi huruf Alif yang tersembunyi, yang sesungguhnya adalah Dzat Allah. Disini ada indikasi terhadap akal pertama, yang merupakan makhluk awal dari Ciptaan Allah, yang disebutkan melalui firman-Nya, "Aku tidak menciptakan makhluk yang lebih Kucintai dan lebih Kumuliakan ketimbang dirimu, dan denganmu Aku memberi. denganmu Aku mengambil, denganmu Aku memberi pahala dan denganmu Aku menyiksa". Al-hadits. . Huruf-huruf yang terucapkan dalam Basmalah ada 18 huruf. Sedangkan yang tertera dalam tulisan berjumlah 19 huruf. Apabila kalimat-kalimat menjadi terpisah. maka jumlah huruf yang terpisah menjadi 22. Delapan belas huruf mengisyaratkan adanya alam-alam yang dikonotasikannya dengan jumlahnya. 18 ribu alam. Karena huruf Alif merupakan hitungan sempurna yang memuat seluruh struktur jumlah. Alif merupakan induk dari seluruh strata yang tidak lagi ada hitungan setelah Alif. Karena itu dimengerti sebagai induk dari segala induk alam yang disebut sebagai Alam Jabarut, Alam Malakut, Arasy, Kursi, Tujuh Langit., dan empat anasir, serta tiga kelahiran yang masing masing terpisah dalam bagian-bagian tersendiri. . Sedangkan makna sembilan belas, menunjukkan penyertaan Alam Kemanusiaan. Walau pun masuk kategori alam hewani, namun alam insani itu menurut konotasi kemuliaan dan universalitasnya atas seluruh alam dalam bingkai wujud, toh ada alam lain yang memiliki ragam jenis yang prinsip. Ia mempunyai bukti seperti posisi Jibril diantara para Alif yang tersembunyi yang merupakan pelengkap terhadap dua puluh dua huruf ketika dipisah-pisah, merupakan perunjuk pada Alam Ilahi Yang pengertian Dzat. Sifat dan Af 'aal. Yaitu tiga Alam ketika dipisah-pisah, dan Satu Alam ketika dinilai dari hakekatnya. . Sementara tiga huruf yang tertulis menunjukkan adanya manifestasi alam-alam tersebut pada tempat penampilannya yang bersifat agung dan manusiawi. . Dan dalam rangka menutupi Alam Ilahi, ketika Rasulullah saw, ditanya soal Alif yang melekat pada Baa', "dari mana hilangnya Alif itu?" Maka Rasulullah saw, menjawab, "Dicuri oleh Syetan". Diharuskannya memanjangkan huruf Baa'nya Bismillah pada penulisan, sebagai ganti dari Alifnya. Menunjukkan penyembunyian Ketuhanannya predikat Ketuhanan dalam gambaran Rahmat yang tersebar. Sedangkan penampakannya dalam potret manusia, tak akan bisa dikenal kecuali oleh ahlinya. Karenanya, dalam hadist disebutkan;"Manusia diciptakan menurut gambaran Nya". Dzat sendiri tersembunyikan oleh Sifat, dan Sifat tersembunyikan oleh Af'aal. Af'aal tersembunyikan oleh jagad-jagad dan makhluk. Oleh sebab itu, siapa pun yang meraih Tajallinya Af'aal AllahAzza WaJalla dengan sirnanya tirai jagad raya, maka ia akan tawakkal. Sedangkan siapa yang meraih Tajallinya Sifat dengan sirnanya tirai Af'aal, ia akan Ridha dan Pasrah. Dan siapa yang meraih Tajallinya Dzat dengan terbukanya tirai Sifat, ia akan fana dalam ia pun akan meraih Penyatuan Mutlak. Ia berbuat, tapi tidak berbuat. Ia membaca tapi tidak membaca "Bismillahirrahmaanirrahiim". Tauhidnya af'aal mendahului tauhidnya Sifat, dan ia berada di atas Tauhidnya Dzat. Dalam trilogi inilah Nabi saw, bermunajat dalam sujudnya ;"Tuhan, Aku berlindung dengan ampunanmu dari siksaMu, Aku berlindung dengan RidhaMu dari amarah dendamMu, Aku berlindung denganMu dari diriMu" Subhanallah
Surah Al-Fatihah & Makna Serta Kandungan dan Keutamaannya *سُوۡرَةُ الفَاتِحَة* بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣ مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ اِهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧ Terjemahan Surah Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Yang menguasai hari pembalasan Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan Tunjukilah kami jalan yang lurus yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka ; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat Penjelasan Surah dan Maknanya Surah ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al-qur'an yaitu 1. Keimanan Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas sesuatu ni'mat itu bagi Allah, karena Allah adalah pencipta dan sumber segala ni'mat yang terdapat di alam ini. Diatara nikmat itu ialah nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata "Rabb" dalam kalimat "Rabbil 'aalamin" tidak hanya berarti "Tuhan" dan "Penguasa" tetapi juga mengandung arti Tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala nikmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhanlah Yang Maha Kuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan penumbuhan oleh Allah haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagunan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimana ketauhidan itu merupakan masalah yang pokok, maka di dalam surah Al-fatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu "iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin" Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Yang dimaksud dengan "Yang menguasai hari pembalasan" ialah pada hari itu Allahlah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap nikmat dan takut kepada siksaanNya. Hal ini mengandung adti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. "Ibadat" yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditunjukkan kepada Allah 2. Hukum-Hukum Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud hidayat disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai keyakinan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran. 3. Kisah-Kisah Kisah para Nabi dan kisah orang dahulu yang menentang Allah. Sebagian besar dari ayat-ayat Al-Qur'an memuat kisah-kisah para nabi dan kisah-kisah yang yang terdahulu yang menentang Allah. Yang dimaksud orang yang diberi nikmat dalam ayat ini ialah para nabi, para shiddiqin orang-orang yang sungguh-sungguh beriman syuhada orang-orang yang mati syahid sholihin orang-orang yang sholeh . Sedangkan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat ialah golongan yang menyimpan dari ajaran Islam . Keutamaan Surah Al-Fatihah Apabila dia hamba mengucapkan Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Allah Taa’la menjawab Hambaku apabila dia hamba mengucapkan Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah Taa’la menjawab HambaKu menyanjung-nyanjungKu. Dan apabila dia hamba mengucapkan Yang menguasai hari pembalasan. Allah Taa’la menjawab HambaKu mengagung-agungkanKu. Dan apabila dia hamba mengucapkan Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Allah Taa’la menjawab Ini adalah antara Aku dengan hambaKu dan bagi hambaKu apa yang dia minta. Dan apabila dia hamba mengucapkan Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Allah Taa’la menjawab Ini adalah untuk hambaKu dan bagi hambaKu apa yang dia minta. HR. Muslim dan An-Nasai Al-Fatihah adalah surat yang paling utama. Dari Anas bin Malik ra. berkata Tatkala Nabi saw dalam sebuah perjalanan lalu turun dari kendaraannya, turun pula seorang lelaki di samping beliau. Lalu Nabi menoleh ke arah lelaki tersebut kemudian berkata “Maukah kamu aku beritahukan surat yang paling utama di dalam al-Quran? Anas berkata Kemudian Nabi saw membacakan ayat segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.’ Allah tidak pernah menurunkan dalam Taurat dan Injil yang seperti surat Al-Fatihah. HR. At-Tirmidzi dengan sanad sahih. Al-Fatihah adalah Ruqyah, yaitu jampi-jampi untuk mengobati penyakit. HR. Bukhari. Shalat tidak sah tanpa membaca Al-Fatihah. HR. Muslim dan An-Nasa’i. Al-Fatihah adalah dialog hamba dengan Allah Taa’la. HR. Muslim dan An-Nasa?i. Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda Barangsiapa shalat yang tidak membaca di dalamnya Ummul Qur’an Al-Fatihah maka shalatnya tidak sempurna Rasulullah SAW mengulanginya tiga kali. Dari Abu Sa’id Rafi’ Ibnul Mu’alla radhiyallahu anhu, beliau mengatakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Maukah kamu aku ajari sebuah surat paling agung dalam Al Quran sebelum kamu keluar dari masjid nanti?” Maka beliau pun berjalan sembari menggandeng tanganku. Tatkala kami sudah hampir keluar maka aku pun berkata; Wahai Rasulullah, Anda tadi telah bersabda, “Aku akan mengajarimu sebuah surat paling agung dalam Al Quran?” Maka beliau bersabda, “surat itu adalah Alhamdulillaahi Rabbil alamiin surat Al Fatihah, itulah As Sab’ul Matsaani tujuh ayat yang sering diulang-ulang dalam shalat serta Al Quran Al Azhim yang dikaruniakan kepadaku.” HR. Bukhari Lalu ditanyakan kepada Abu Hurairah Bagaimana apabila kita dibelakang imam. Abu Hurairah menjawab Bacalah Al-Fatihah dalam dirimu, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda Allah Azza wa Jalla berfirman Aku membagi shalat Al-Fatihah antara Aku dengan hambaKu menjadi dua bagian dan bagi hambaKu apa yang dia minta. Riwayat lain menyatakan, Amr bin Shalih bertutur kepada kami“Ayahku bertutur kepadaku, dari al-Kalbi, dari Abu Salih, dari Ibnu Abbas, ia berkata “Nabi berdiri di Mekah, lalu beliau membaca, Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Kemudian orang-orang Quraisy mengatakan, “Semoga Allah menghancurkan mulutmu atau kalimat senada.” Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rosulullah saw. bersabda saat Ubai bin Ka’ab membacakan Ummul Quran pada beliau, “Demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan semisal surat ini di dalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Quran. Sesungguhnya surat ini adalah as-sab’ul matsani tujuh kalimat pujian dan al-Quran al-’Azhim yang diberikan kepadaku.”
. RAHASIA Fadilah Al-FATIHAH bagi diri kita ————————————————- – 1. Bismillah = Mesrakan mulai dari Penglihatan. 2. Ar-Rahman = Mesrakan ke Pendengaran. 3. Ar-Rahim = Mesrakan ke Penciuman. 4. Alhamdulillahi Rabbil Alamin = Mesrakan ke Pengrasa. 5. Arrahmanirrahim = Mesrakan lagi dari Otak. 6. Malikiyaumiddin = Mesrakan turun ke Sum-sum. 7. Iyyakana’budu wa iyyakanasta’in = Mesrakan ke Tulang-tulang 360. 8. Ihdinas shiratal mustaqim = Mesrakan ke Urat-urat. 9. Shiratal laziina an amta alaihim = Mesrakan ke Daging. 10. Gairil magdubi alaihim = Mesrakan ke seluruh Kulit. 11. Waladdollin = Mesrakan sampai ke Bulu-bulu. 12. Amin = Mesrakan seluruh tubuh hingga SEMPURNA diri kita dzahir dan batin. . Membaca AL-FATIHAH sambil DA’IM adalah puji AL-QUR’AN dalam diri. ………….. Suka Berhenti Mengikuti Kiriman 20 Januari pukul 2049
Fasal ini membicarakan berkenaan surah Al-Fatihah, keistimewaan dan kedudukkannya dalam kehidupan Umat Islam. Pembicaraan ini adalah amat penting kerana ianya meningkatkan mutu kefahaman setiap pembacanya serta menjadikan mereka lebih berupaya untuk mengaplikasikan setiap kandungan surah ini sama ada ianya tersurat mahu pun tersirat dalam menjayakan kehidupan dan membangun kerohanian mereka. Perihal ini jelas teserlah dalam nama-nama yang telah dibeikan oleh Allah swt keatas surah ini. Dari kepelbagaian nama ini tersemat rahsia-rahsia yang perlukan pengenalan dan penganalisaan yang menyeluruh untuk menemukan penjelasan dan jawapan kenapa surah ini diwajibkan keatas Umat Islam untuk membacaranya setiap hari dan malam disepanjang kehidupan mereka di Dunia ini. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 1 FASAL SATU PENGENALAN SURAH AL-FATIHAH Pendahuluan Fasal ini membicarakan berkenaan surah Al-Fatihah, keistimewaan dan kedudukkannya dalam kehidupan Umat Islam. Pembicaraan ini adalah amat penting kerana ianya meningkatkan mutu kefahaman setiap pembacanya serta menjadikan mereka lebih berupaya untuk mengaplikasikan setiap kandungan surah ini sama ada ianya tersurat mahu pun tersirat dalam menjayakan kehidupan dan membangun kerohanian mereka. Perihal ini jelas teserlah dalam nama-nama yang telah dibeikan oleh Allah swt keatas surah ini. Dari kepelbagaian nama ini tersemat rahsia-rahsia yang perlukan pengenalan dan penganalisaan yang menyeluruh untuk menemukan penjelasan dan jawapan kenapa surah ini diwajibkan keatas Umat Islam untuk membacaranya setiap hari dan malam disepanjang kehidupan mereka di Dunia ini. Definisi Surah Al-Fatihah Perkataan Al-Fatihah dalam konteks ini adalah merupakan satu istilah yang merujuk kepada nama Surah pertama dalam Kitab Suci Al-Quran Al-Karim. Dengan kata lain, Surah ini adalah Surah pertama yang tersurat di dalam susunan Al-Quran. Ianya dinamakan Al-Fatihah kerana ianya merupakan pembuka kepada bacaan Al-Quran Al-Kariim.[1/1] Tambahan pula ianya telah pun diletakkan oleh Allah swt dipermulaan kitab suci yang diturunkan kepada Rasul utusanNya yang terakhir. Penentuan ini adalah bersifat kekal dan tidak boleh diubah suai oleh sesiapa pun. Ianya merupakan susunan terakhir yang ditinggalkan oleh Rasulallah saw sebelum beliau dipanggil kembali kepangkuan Allah swt Pencipta dan Pengutus baginda sebagai Rasulullah saw utusanNya. Dari aspek ilmu Bahasa, perkataan ini merupakan kata akar kepada kata kerja {Fataḥa} yang membawa maksud “membuka” dan “terbuka”. Ini bermakna kata akarnya ialah “buka”, sementara kata nama untuk pelakunya adalah “pembuka” dan kata yang merujuk kepada peralatannya pula ialah {Miftaḥ}.[3] Surah ini juga telah dijadikan rukun asasi dalam bacaan-bacaan Solat pengabdian diri kepada Allah swt. Ianya juga dinamakan dengan beberapa nama yang lain seperti {’Ummul Kitab, As-Sabu Al-Mathani, Al-ḥamdu, As-Syifa’, Al-Waqiaṯ, Al-Kafiyaṯ dan ’Asasul Al-Quran Al-Karim} sepertimana terdapat dalam catatan Imam Al-Bukhari.[2/1, bil. 4740] 2 Keistimewaan Surah Al-Fatihah Al-Fatihah adalah merupakan Surah yang sangat istimewa. Allah swt telah mensyari’atkan Surat Al-Fatiha untuk hamba-hamba Nya berhubung dengan-Nya dalam setiap rakaat yang didirikan. Dengan ini, sebagai seorang Islam membaca Surah ini adalah sebanyak tujuh belas kali setiap hari, siang dan malam. Bahkan lebih daripada itu, kiranya ditambah dengan solat-solat sunat yang dikerjakan. Hakikat ini berterusan dan berganda-ganda, kiranya seseorang hamba itu menikmati kegembiraan dan ketenangan untuk terus berdiri mengerjakan pelbagai jenis solat sunat yang menghubungkannya dengan Allah swt selaku penciptanya.[55] Dengan pensyari’atan ini, tidak ada sebarang do’a dan bacaan yang diterima oleh Allah swt dalam perhubungan ini selain daripada berasaskan kepada Surah ini. Persoalannya disini, apakah rahsia di sebalik Surat Al-Fatihah, apa keistimewaannya sehingga layak disyari’atkan sebagai bacaan asasi dalam solat, dan kenapa ianya menjadi satu keperluan kepada setiap pembacanya? Demikianlah sebahagian pertanyaan yang akan cuba dikongsikan bersama dalam buku kecil ini.[8] Keistimewaan Surah Al-Fatiha juga boleh dirasakan daripada kedudukannya dalam susunan Mashaf Al-Qur'an Al-Karim. Walaubagaimana pun, kedudukan ini tidaklah bererti ianya merupakan Surah yang pertama diturunkan kepada baginda Nabi Muhammad saw. Ini kerana Allah swt menurunkan ayat-ayat suci Al-Quran Al-Karim mengikut keperluan yang bersesuaian dengan perkembangan semasa yang dilalui oleh Dakwah Islamiah yang disampaikan oleh baginda nabi kita Muhamad saw. Dalam perkara ini pelbagai hikmat telah pun ditemukan oleh para alim ulama yang mengkaji berkenaan dengan sebab-musabab yang membawa kepada turunnya sesuatu ayat Al-Quran Al-Karim yang juga dikenali sebagai Asbabul Nuzul. Peristiwa Turunnya Surah Al-Fatihah Mengikut pandangan kebanyakkan Ulama’, ianya adalah Surah Makiyyah iaitu Surah yang diturun ketika mana Nabi Muhammad saw berada di Makkah dan sebelum baginda berhijrah ke Madinah. Walaubagaimana pun, Ibnu Abbas ra dan Ataa’ bin Yasaar serta ramai lagi menyatakan bahawa ianya adalah Surah Madaniyyah. Ada juga yang berpandangan bahawa ianya diturunkan pertama kali di Makkah ketikamana Solat diwajibkan, iaitu selepas diturunkan Surah Al-Muddathir. Ianya juga diturunkan sekali lagi di Madinah ketika berlakunya peristiwa datangnya arahan kepada Rasul saw supaya mengalihkan Qiblat Solat dari arah Kota Baitul Maqdis di Palestin ke Baitullah Al-Haram di Makkah. Bilangan ayat yang terdapat dalam Surah ini ialah tujuh termasuk Basmalah, di iringi Hamdalah dan seterusnya Thana’. Apa yang jelasnya, tidak diulang kata nama Agong Allah selepas daripada ayat Hamdalah.[55] 3 Ada pun huraian berkenaan sebab dan musabbab yang membawa kepada turunnya Surah ini, Ibn Hajar Al-Asqallaniy menukilkan satu Athar yang diriwayatkan oleh Saidina Ali ra.Riwayat ini berkenaan satu peristiwa yang berlaku keatas baginda nabi Muhamad saw ketikamana baginda keluar bersiar-siar, baginda terdengar suara memanggil Wahai Muhammad! Baginda segera bergegas lari daripada tempat tersebut. Lantaran itu, Waraqah bin Naufal berkata kepada baginda apabila kamu mendengar panggilan itu, berhentilah sehingga kamu dengar dengan jelas apa yang suara itu mahu katakan kepada kamu. Maka tat kala suara itu datang lagi memanggil baginda Wahai Muhammad! Baginda pun menjawab {Labbaik!} yakni Ya saya disini!. kemudian suara itu berkata lagi Sebutlah! ﴿ ﴾ Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan kecuali Allah swt dan aku bersaksi bahawa Muhamad itu utusan Allah swt. Selepas itu, suara itu berkata lagi, sebutlah ﴿ ﴾ Kepujian itu adalah bagi Allah swt Pemelihara Sekelian Alam ini, Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang, Pemilik Hari Perhitungan ..., begitulah seterusnya hingga akhir Surah yang menjadi pembuka kitba suci Al-Quran Al-Karim. [28 bil. 1/224] . Dalam kontek ini, ada beberapa istilah ilmu Hadith yang berkaitan dengannya. Athar adalah bermaksud sesuatu riwayat yang berkaitan dengan nabi kita Muhamad saw atau pun para sahabat baginda. Ada pun Al-Khabar adalah sesuatu riwayat yang setarap dengan Hadith. Sedikit berbeza dengan Hadith, Al-Khabar adalah lebih bersifat berita, sementara Hadith lebih bersifat pengucapan baginda nabi kita Muhamad saw. Akhir sekali ialah Al-Sunnah. Istilah ini merujuk kepada riwayat-riwayat yang berkaitan dengan sifat dan perlakuan nabi kita Muhamad saw sama ada dalam bentuk perkataan, perbuatan mahu pun sikap mendiamkan diri baginda atas sesuatu perkara yang berlaku. 4 Nama-nama Khusus Surah Al-Fatihah Mungkin ada sesetengah pembaca merasakan sedikit kehairanan, bagaimana sesuatu Surah mempunya pelbagai nama? Dengan kata lain, bagaimana Surah Al-Fatihah ini mempunyai pelbagai nama? Apa pentingnya sesuatu nama itu? Bagaimana sesuatu Surah itu mempunyai lebih daripada satu nama? Secara amnya, sesuatu nama itu diberikan kepada sesuatu sebagai label yang menandainya serta membezakannya dengan sesuatu yang lain. Cara memberikan label ini mungkin berbeza dari satu budaya ke budaya yang lain, bahkan dari satu kelompok masyarakat berbanding dengan kelompok yang lain pula. Keadaan ini menjadikan kecenderungan logik akal untuk menerima sesuatu nama hanya merujuk kepada sesuatu yang tertentu dengan jelas lagi khusus. Sungguh pun begitu, adalah sesuatu yang biasa ditemukan bahawa satu nama dimiliki oleh beberapa individu atau merujuk kepada perkara yang berlainan [34&35]. Perbincangan diatas jelas membawa maksud bahawa proses memberikan nama bagi sesuatu itu dipengaruhi oleh budaya sesuatu masyarakat. Budaya itu terserlah dalam penggunaan bahasa yang mereka gunakan. Penggunaan itu sendiri memperlihatkan cara aliran pemikiran masyarakat tersebut. Bentuk nama dan sistem penamaan adalah merupakan imbasan yang jelas menerangkan hakikat kefahaman dan pemikiran masyarakat tersebut. Dalam kontek ini, adalah sesuatu yang sewajarnya diketahui umum bahawa Al-Fatihah dikenali dengan beberapa nama.[2/5, bil. 2/428] Bagaimanakah nama-nama tersebut diberikan? Kenapa nama-nama tersebut penting untuk difahami oleh setiap umat Islam? Persoalan inilah yang terdapat dalam riwayat yang menyatakan bahawa Ali bin Abu Talib ra ada melaporkan berkenaan Surah ini yang juga dikenali dengan beberapa nama yang berlainan tetapi ianya tidaklah membawa maksud yang berlawanan. Para ulama tafsir telah membuat penelitian dan analisis berkenaan dengan setiap nama tersebut dan mendapati bahawa setiap nama tersebut ada maksudnya yang tersendiri, yang tersirat disebalik nama-nama tersebut. Dalam buku kecil ini, perbincangan dan penganalisaan yang akan dibentangkan akan menjelaskan keistimewaan sistem penamaan Surah Al-Fatihah diberikan. Ianya memberikan tumpuan kepada dua aspek berikut 5 1. Dinamik Budaya dan Pemikiran Arab dalam Sistem Penamaan Penganalisaan nama-nama yang diberikan kepada Surah Al-Fatihah ini memperlihatkan sifat dinamik yang ada dalam budaya Arab. Kepelbagaian nama untuk sesuatu benda atau perkara membuktikan mereka menilai perkara tersebut daripada pelbagai perspektif. Dengan kata lain, sesuatu nama yang diberikan itu adalah merujuk kepada sesuatu fenomena, sifat, gejala dan maksud tertentu yang perlu difahami dengan jelas oleh setiap anggota masyarakat yang berada dalam budaya tersebut. Apa yang menariknya dalam konteks budaya Arab, ianya berlaku atau dijayakan secara semula jadi bersesuaian dengan sifat keanjalan yang terdapat dalam morfologi, sintaksis dan juga gaya bahasa Arab itu sendiri. 2. Sifat Keanjalan Struktur Morfologi Bahasa Arab Sifat keanjalan yang terdapat dalam sesuatu bahasa itu memungkinkan pengguna bahasa tersebut memberikan pelbagai nama untuk sesuatu perkara. Sungguh pun istilah anjal ini pada lazimnya merujuk kepada sifat ketahanan fizikal sesuatu benda, tetapi keanjalan juga memberikan makna keupayaan daya tahan dalam membentengkan diri daripada rosak dan lupus. Hakikat inilah yang terdapat pada nama-nama yang diberikan kepada Surah ini. Jelasnya, untuk memahami sesuatu nama sebagai sebuah bentuk ajaran bahasa, seseorang perlu memahami konteks penggunaan bahasa tersebut, masyarakatnya, dan budaya yang mempengaruhi kehidupan dan pemikiran mereka. Pemahaman konteks pula hanya boleh dicapai dengan memahami ekspresi bahasa pengucapan yang diucapkan oleh mereka, baik secara individu mahupun secara kolektif. Hakikat ini dapat difahami dengan mudah dalam sistem penamaan Surah Al-Fatihah seperti dalam jadual berikut 6 Jadual Hurain Nama-Nama Surah Al-Fatihah Adalah satu nama yang mengkagumkan. Bagaimana mungkin Surah ini dinamakan dengan nama ini. Adakah Al-Solat itu sama erti dengan Al-Fatihah? Dengan kata lain, Surah ini dinamakan juga dengan nama Surah Solat. Ini kerana Surah ini wajib dibaca dalam setiap solat. Huraian ini adalah bersandarkan kepada sebuah Hadith Qudsi yang dinukilkan oleh Para Perawi Hadith seperti Imam Muslim melalui riwayat Abu Hurairah ra bahawa Nabi saw bersabda yang mafhumnya[2/2, bil. 8/75] 2 “Allah swt berfirman kepadaku aku membahagikan Solat itu antaraKu dan hambaKu kepada dua bahagian. Satu bahagian untukKu, satu bahagian lagi untuk hambaKu. Bagi hambaKu apa yang dipinta. Apabilah dia berkata “Segala kepujian itu hanya bagi Allah Pemelihara Sekelian Alam”3, Aku akan berkata “HambaKu telah mensyukuri nikmat pemberianKu. Apabilah dia berkata “Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”, Aku pun berkata “HambaKu telah memujiKu. Apabila dia berkata “Pemilik mutlak Hari Perhitungan”, Aku akan berkata “HambaKu telah Mengiktiraf KehebatanKu. . Hadith Qursi adalah antara jenis-jenis hadith yang diriwayatkan oleh para sahabat nabi kita Muhamad saw Muhamad saw dan dicatatkan oleh para imam hadith seperti Bukhari, Muslim dan lainnya. Terjemahan hadith Qudsi kedalam bahasa Melayu biasanya menggunakan kata kerja “berfirman” dan bukannya “bersabda”. Keadaan ini berlaku kerana dalam budaya dan ada sopan perbicaraan dalam bahasa Melayu lebih komplek berbanding dengan bahasa Arab. Orang Arab hanya menggunakan satu bentuk kata kerja sahaja untuk menerangkan peristiwa sesuatu pengungkapan ia itu “berkata”. Tetapi, dalam bahasa Melayu, pelbagai jenis kata kerja yang perlu disesuaikan dengan siapa penuturnya dan dimana ianya dituturkan. Contohnya, “berfirman” merujuk kepada Allah swt selaku Pencipta Sekelian Alam, “bersabda” merujuk kepada baginda Rasulallah saw. Sementara “bertitah” hanya digunakan sebagai merujuk kepada ungkapan rasmi sesaorang raja atau sultan yang sedang bertahta dalam sesuatu pemerintahan. . Terjemahan yang diberikan dalam kontek ayat ini ialah “Segala Kepujian itu hanyalah bagi Allah swt Pemelihara Sekelian Alam”. Terjemahan ini adalah bersifat terjemahan ilmu Bahasa -semantik, dimana penterjemah akan cuba sepenuh kemahirannya untuk tidak memberikan sebarang penambahan, pengurangan dan pengubahan atau apa yang dikenali juga sebagai pentakwilan. Contoh mudah untuk perkara ini adalah seperti kita menambah perkataan Tuhan Pemelihara Sekelian Alam boleh membawa maksud bahawa disana ada Tuhan Pemelihara dan ada pula Tuhan yang tidak menjadi Pemelihara Sekelian Alam. 7 Dan dikala dia berkata “sesungguhnya untukMu kami memperhambakan diri dan kepadaMu kami memohon pertolongan”, Aku akan berkata “Ini adalah urusan antaraKu and hambaKu. Oleh yang demikian, bagi hambaKu apa yang dia pinta. Apabilah dia berkata “tunjukkanlah kami {Sirat Al-Mustaqim}, iaitu Jalan Lurus yang Engkau telah berikannya sebagai nikmat kepada mereka yang terdahulu, bukan sebagai mereka yang Engkau murkai, dan bukan pula mereka yang sesat”. Aku pun berkata “mereka itulah hamba-hambaKu dan bagi mereka apa yang mereka minta”. Nama {Al-ḥamd} adalah sesuatu yang menkagumkan. Ini kerana ianya terletak dipermulaan Surah . Ianya menjadi nama yang membawa maksud yang sangat unik. Oleh yang demikian apakah erti sebenar bagi kata {Al-ḥamd}? Adakah cukup bagi seseorang dengan hanya membuat pengucapan {Al-ḥamdu Lillah}? Atau disana sewajarnya tersirat dan terpahat dihati sanubari penutur itu maksud yang sewajarnya? Kata nama {Al-ḥamd} dalam bahasa Arab adalah merupakan kata akar bagi perkataan {ḥamida yamdaḥu} yang bermaksud pujian dengan sebab keistimewaan yang tertentu. Ianya menjadi pelengkap kepada ucapan terima kasih. Ini kerana ucapan terima kasih diucapkan setelah menerima nikmat kebaikan yang tertentu. Sementara ucapan pujian ini lebih menyeluruh daripada ucapan terima kasih.[7, 2/499] Dari kata pujian ini, terbitlah perkataan {ḥaamid} Pemuji, {ḥamiid} Pemuji Bijak, Ahmad orang yang amat terpuji, Muhammad orang yang sangat-sangat dipuji dan juga Mahmud orang yang dipuji. 8 Nama Fatihatul Kitab ini disebut oleh baginda nabi Muhamad saw dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari [bil. 4447]. Nama ini juga tersebut dalam Hadith yang dinukilkan oleh Muslim [bil. 630]. Kata {Fataḥa} adalah merujuk kepada kata akar bagi perkataan fataḥa yaftaḥu yang membawa maksud membuang penutup sesuatu yakni menjadikan sesuatu itu terbuka. Kiranya perkara itu satu permasaalahan maka ianya adalah bermaksud penyelesai masaalah Nama ini adalah berbentuk rangkaian kata. Ianya disebut oleh baginda nabi Muhamad saw dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari [2/1, bil. 4447] dan Al-Tarmizi menukilkan dalam Hadith [2/3, bil. 3125] dimana baginda nabi kita Muhamad saw bersabda Allah swt tidak menurunkan dalam kitab Taurat mahu pun Injil sesuatu yang seumpama Umu Al-Quran Al-Karim dan ianya adalah Saba Al-Mathaniy. Kata Um adalah bermaksud ibu, sementara kitab pula adalah bermaksud buku.[3] Dalam konteks penggunaan masyarakat Arab ianya membawa maksud induk dan teras kepada Ini bererti bahawa Surah Al-Fatihah merupakan induk dan teras kepada keseluruhan kita suci Al-Quran Al-Karim. . Kamus Al-Maaniy, 2010 dibawah senarai kata {Fataha} memberikan pelbagai maksud dalam penggunaan kata ini. Anataranya seperti dalam contoh-contoh berikut 1. {Fataḥa Allah Qalbahu lil ’Amri} bermaksud Allah telah membuka hatinya untuk perkara itu. 2. {Fataḥa alaihi} bermaksud Dia telah membuka dengan erti menyediakan untuknya jalan kebaikan. 3. {Fataḥa baina Al-Khasmain} bermaksud Dia telah membukakan antara dua permusuhan itu. . Kamus Al-Ma’aniy, 2010 dibawah senarai kata {’um} memberikan pelbagai maksud dalam penggunaan kata ini. Anataranya seperti dalam contoh-contoh berikut 1. {’Umm} merupakan kata nama kepada sesuatu yang berada dihadapan. 2. {’umm al-Kitab} adalah merupakan satu istilah dalam bidan Ilmu Fiqh yang merujuk kepada Surah Al-Fatihah Sebagai surah pertama dalam quran. 3. {’umm Al-Quraa} bermaksud Kata istilah yang merujuk kepada Kota Mekkah al-Mukarramah. 4. {’Ummahaat Al-ṣuhuf} bermaksud kata istilah yang merujuk kepada surat khabar yang masyhur di sesuatu tempat. 9 Apabila kita memahami kedudukan Surah ini sebagai teras dan induk kepada kita suci, ianya tidaklah bermaksud “ringkasan atau pun rumusan kepada Al-Quran Al-Karim itu sendiri. Istilah {’Um} juga dianggap berlawanan dengan istilah {Ab} yang bermaksud bapa dan digunapakai untuk merujuk kepada “kepala” bagi sesuatu seperti gelaran istimewa {Abul ’Anbiya} yang bermaksud “bapa kepada segala nabi-nabi Allah swt”. Gelaran ini diberikan oleh baginda nabi kita Muhamad saw kepada Nabi Allah swt Ibrahim. [2/1,, bil. 3370] Nama ini adalah kata nama berangkai. Ianya terbentuk dari perkataan {Saba} yang bermaksud tujuh. Kata {Al-Mathaniy} pula adalah dari kata akar {thiniy} yang bermaksud pujian. Sesuatu perkara itu tidak akan menjadi pujian melainkan ianya diulang-ulangkan atau dimasyurkan. [3] Pujian yang diulang-ulang ini dinamakan sebagai {Al-Mathanii}. Nama ini digunakan oleh baginda nabi Muhamad saw dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari.[2/1, bil. 4447] Nama ini juga tersebut dalam Hadith yang dinukilkan oleh Al-Tarmizi.[2/3, bil. 3125] Kedudukkan ketujuh-tujuh nama pujian dan pujaan yang diulang-ulang itu bolehlah digambarkan seperti dalam gambarajah berikut 10 Gambarajah Tujuh Puji-Pujaan dalam Surah Al-Fatihah Nama ini terbentuk dalam rangkaian kata sifat. Kata {Al-Aziim} adalah kata sifat yang menerangkan perihal kehebatan dan kebesaran Al-Quran Al-Karim. Sementara kata {Al-Quran} adalah bermaksud pembacaan seperti yang tersebut dalam Surah Al-Qiyaamaṯ.[ 18] Jika digabungkan kedua-dua makna tersebut, ini bererti, nama Al-Quran {Al-Aziim} itu bermaksud “Pembacaan yang sangat hebat”.[3] Sesungguhnya nama ini disebut oleh baginda nabi Muhamad saw dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari. [2/1,bil. 4447] Nama ini berasal dari kata akar kepada {raqiya yarqa} yang membawa maksud merawat.[3] Dalam satu peristiwa, sebilangan sahabat Rasulullah saw dalam musafir, mereka melalui satu perkampongan Arab, lantas mereka pun memohon untuk menginap. Penduduk disitu pun bertanya adakah dikalangan kamu orang yang mampu memberikan rawatan? Sesungguhnya ketua kami sedang menderita sakit. Mendengarkan perkhabaran tersebut, seorang daripada salah saorang daripada rombongan itu tadi menyahut Ya! Ada. Maka penduduk kampong itu pun membawa rombongan tersebut menemui ketua mereka yang sakit. 11 Sahabat yang mengaku pandai merawat tadi membacakan Surah Al-Fatihah keatas pesakit tersebut. Selang beberapa ketika selepas itu, pesakit itu pun sembuh daripada sakitnya. Penduduk kampung tersebut menawarkan hadiah sepuluh ekor kambing, tetapi sahabat yang merawat tersebut menolaknya dengan baik. Beliau pun berkata, saya akan memaklumkan peristiwa ini kepada baginda nabi Muhamad saw. Sebaik tiba, beliau pun berkata kepada baginda Ya Rasulallah saw! Demi Allah , saya tidak merawat pesakit itu kecuali dengan membacakan Surah Al-Fatihah. Lantas, baginda tersenyum seraya bersabda tidakkah kamu tahu Surah Al-Fatihah itu satu rawatan?[2/2, bil. 2201] Nama ini adalah merujuk kepada fungsi Surah Al-Fatihah dalam kehidupan umat Islam sebagaimana ianya berfungsi dalam solat yang didirikan. Setiap solat mesti diasaskan diatas pembacaan Surah ini. Tanpa Surah ini bererti tiada solat yang dilaksanakan. Perkataan {Al-Kafiyah} adalah kata adjektif kepada perkataan {kafaa yakfiy} yang bermaksud mencukupi. Ini bererti bahawa Surah Al-Fatihah ini cukup untuk umat Islam dalam melayari kehidupan ini sepenuhnya. Kedudukan ini tidak akan terdapat pada mana-mana Surah yang lain dalam Al-Quran Al-Karim. Diatas hakikat inilah juga bahawa Surah ini dinamakan sebagai Al-Kafiyah. 12 Nama ini merupakan kata adjektif pasif kepada perkataan {naaja yunaaji} yang membawa maksud “menyatakan atau mendedahkan sesuatu rahsia kepada seseorang yang lain”. Dengan ini, maksud nama {Al-Munaaja} ialah rahsia yang didedahkan kepada Allah swt. Dengan kata lain, ianya diertikan sebagai ungkapan-ungkapan yang diajukan kepada Allah swt bagi menyerlahkan rahsia hati yang tersembunyi dan juga yang nyata.[3] 13 Kelebihan Surah Al-Fatihah Daripada perbicangan diatas, jelaslah Surah Al-Fatihah adalah sebuah Surah yang amat istimewa. Walau bagaimana pun, ianya tidak akan memberikan nilai tersebut kiranya pembacaan yang dilakukan tidak memangkinkan ciri tersebut. Dengan kata lain, sesuatu yang hebat dan unik perlukan disiplin atau adab dan tatacara yang membolehkan sesuatu yang dibaca itu berfungsi dengan sempurna. Diatas hakikat inilah, kenapa pembacaan Surah Al-Fatihah perlu dimulakan dengan membaca {Al-’Istiazah}. Dengan kata lain, sesuatu pembacaan perlukan persediaan infra yang sempurna terutamanya membaca Al-Quran Al-Karim secara umumnya dan Al-Fatihah khasnya. Saranan ini juga bertepatan dengan firman Allah swt yang mafhumnya “apabila kamu membaca Al-Quran Al-Karim maka hendaklah kamu memohon perlindungan dengan Allah swt daripada rejaman Shaitan ”.[ 98] Aspek kedudukan pembacaan Al-Fatihah sebagai satu rukun dalam solat sudah cukup kuat untuk setiap umat Islam menyedari status keutamaan yang perlu diberikan kepada Surah ini. Ianya sebagai sesuatu yang wajib dibaca dalam setiap Raka’at Solat yang didirikan adalah merupakan satu keistimewaan yang sangat tinggi yang tidak wajar dipandang sipi oleh sesiapa jua yang melakukannya. Hakikat ini diperkukuhkan pula oleh sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh ramai perawi-perawi Hadith.[2/1, bil. 756] Hadith-hadith tersebut menerangkan bahawa tidak ada sebarang Solat tanpa membaca Surah Al-Fatihah. Ini bererti, Allah swt mewajibkan keatas setiap orang Muslim supaya membaca Surah ini didalam setiap solat. Sebagai umat Islam, kita diwajib mengulangi Surah ini sebanyak 17 kali sehari. Bilangan sebanyak ini menandakan betapa besarnya pengertian yang terkandung dan tersirat di dalam Surah ini. Dengan menyedari hakikat ini, keutamaan perlu diberikan sepenuhnya kepada setiap persoalan yang tersurat mahu pun yang tersirat dalam Surah ini. 14 Kewajipan membaca Surah ini di baca di dalam Solat pastinya berasaskan kepentingan, keutamaan dan hikmah yang tersembunyi di dalam setiap kata dan ungkapan yang membentuk Surah Al-Fatihah ini. Kegagalan memahami hakikat ini pastinya membawa kepada kegagalan yang amat besar. Seseorang yang membaca Surah ini tetapi dengan kefahaman yang kosong pastinya tidak memberikan sebarang kesan dan faedah kepada dirinya di Dunia mahu pun di Akhirat. Seterusnya, apalah ertinya seseorang melakukan Solat tanpa memahami sedikit pun maksud daripada setiap gerak laku dan bacaan solatnya? Sikap seperti ini adalah satu sikap yang pincang. Sebagai manusia terpelajar, seseorang perlu bersikap waras dalam setiap tindak tanduknya. Sesuatu pembacaan yang dilakukan sewajarnya menjadi pemankin kepada pembangunan modal insan yang ada dalam dirinya. Dalam kontek ini, Surah Al-Fatihah adalah merupakan sesuatu yang sangat penting untuk pembentukan personaliti diri seorang Muslim yang sempurna. Bahkan kesan Surah Al-Fatihah dalam pembentukan peribadi Muslim adalah sangat mendasar, asasi dan tidak mungkin dipertikaikan. Ini adalah disebabkan peranan Surah ini sebagai sebuah teks yang meliputi pelbagai nilai dan aspek yang menyeluruh dalam memahami erti kehdupan manusia didunia dan juga di Akhirat nanti. Hakikat ini juga boleh difahami daripada sabda baginda nabi Muhamad saw yang mafhumnya “Demi Allah swt yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya tidak diturunkan sepertinya yakni Surah Al-Fatihah sesuatu pun, sama ada dalam kitab Taurat atau dalam Injil dan juga Zabur. Bahkan dalam Al-Furqan itu sendiri sesuatu yang menyamai atau menyerupai Sab’u Mathaani dan dialah Al-Quran Al-Azim yang di berikan kepadaku”.[2/1, bil. 4474] 15 Kesimpulan Dalam fasal ini, perbincangan utama yang disajikan adalah berkenaan dengan memperkenalkan kedudukan dan keistimewaan surah Al-Fatihah dalam kehidupan Umat Islam. Apa yang paling menarik berkenaan surah ini, ianya telah diberikan pelbagai nama dan gelaran oleh Allah swt dalam kitab suci Al-Quran Al-Karim. Kepelbagaian ini pula bukanlah baru dalam dunia kebudayaan Arab semenjak daripada zaman Jahiliyyah. Ianya juga didokong oleh sifat keanjalan bahasa Arab itu sendiri. Oleh yang demikian, keistimewaan ini perlu dianalisa dengan menyeluruh oleh setiap umat Islam untuk memantapkan lagi kefahaman dan pengenalan terhadap surah ini. Seterusnya, memungkinkan untuk pemakaian atau mengaplikasikan dalam kehidupan harian Umat Islam. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this senarai kata {'um} memberikan pelbagai maksud dalam penggunaan kata iniKamus Al-Ma'aniyKamus Al-Ma'aniy, 2010 dibawah senarai kata {'um} memberikan pelbagai maksud dalam penggunaan kata ini. Anataranya seperti dalam contoh-contoh berikut
hakikat al fatihah dalam tubuh